Sabtu, 22 September 2018

Hidup dalam Asian Games 2018

Beberapa siang yang lalu saya sedang mencoba bermain games online pengetahuan umum yang akhir-akhir ini lumayan populer, berkat rekomendasi teman-teman. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah kira-kira seperti ini: "Event olahraga yang diadakan di Jakarta-Palembang di tahun 2018 adalah?" Su jelas sekali bahwa jawabannya tentulah Asian Games, hajatan olahraga paling prestisius di level Benua Asia. Namun, dari statistik ternyata hampir setengah populasi peserta menjawab Asean Games. Hal ini tentu membuat saya mangkel. Belum lagi beberapa di antara mereka ngotot jawaban itu yang benar, sudah bodoh, bebal pula. Apa mereka tidak pernah sekolah SD? Yah daripada emosi sama netizen yang wes goblok ngotot, lebih baik kita menikmati Asian Games 2018 yang akhirnya kembali diselenggarakan di Indonesia, setelah terakhir kali mampir di Indonesia di tahun 1962. Yeaaay!!

Sebenarnya saya merasa beruntung sedang hidup di Tangsel ketika Asian Games dilaksanakan. Lebih beruntung lagi ketika skripsi sudah kelar, Alhamdulillah Ya Allaaaah, sehingga hari-hari saya lebih menganggur dari kebanyakan orang. Jadi, waktu dan jarak teramat mendukung buat saya dan teman-teman menikmati Asian Games di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Senang sekali? tentu iya! Kapan lagi saya sebagai seorang antusias olahraga, masio gak atletis blas dan gak jago semua jenis olahraga, bisa menikmati hype event olahraga selevel ini. Wes seneng nemen wes pokoke. Cerita saya akan dibagi dalam 3 babak, terinspirasi Mama Marlina idolaku yang membunuh dalam 4 Babak uwuwuw.

Sabtu, 03 Januari 2015

Satu-satunya Masjid di Ubud, Masjid Ubudiyah

Semenjak akhirnya kejadian bertugas di Bali per April 2014, kemarin, 1 Januari 2015, adalah kali pertama saya kembali ke Ubud. Ubud yang merupakan pusat wisata kultur dan kebudayaan itu tak usahlah saya bahas lagi pesonanya.



seketika itu juga terdengar Coldplay - Amsterdam di dalam kepala


Sebagai muslim kewajiban yang tak boleh kita tinggalkan adalah mendirikan salat. Istilahnya meskipun udah mau mati juga kalau masih ada kesadaran kita tetap wajib salat. Nah, apalagi kalau cuma traveling alias jalan-jalan. Alhamdulillah, di Bali sudah banyak berdiri masjid maupun musola. Hanya saja di beberapa daerah tertentu sarana ibadah umat islam terhitung masih minim, di Ubud semisal. Hasil dari browsing dan kabar sana-sini menyimpulkan sepertinya memang hanya ada satu masjid yang berdiri di sekitaran Ubud, Masjid Ubudiyah namanya.



satu satunya mimbar di Ubud, nampaknya 


Terletak di Banjar Pegas, Jalan Raya Peliatan, Ubud, jangan harap mendapatkan petunjuk arah ke masjid ini, Bangunan masjid pun tidak akan terlihat dari jalanan karena posisinya yang seperti 'terselubung dan tersamar' di balik bangunan lainnya. Sejauh yang saya ingat posisinya terletak di sebelah kanan jalan dari arah Monkey Forest, sebelum Gedung Kantor Pos, 'terselubung dan tersamar' pada semacam gang atau jalan sebuah penginapan dengan plang berwarna putih dan merah (lupa difoto). Jangan ragu untuk bertanya kepada warga sekitar karena, menyadur dari kata-kata lama, mereka lah penunjuk arah terbaik.

ini tautan Google Maps-nya
https://www.google.com/maps/place/Musholla+Ubudiyah/@-8.544525,115.325282,15z/data=!4m2!3m1!1s0x0:0xd3df1bb78d2a8ac9

Selamat beribadah sambil traveling!

Jumat, 20 September 2013

Setahun yang lampau


20 September 2013

Kapidada kirim salam, meski katanya ia masih saja trauma
telah dijejali 18 pria tanggung dalam satu malam.


Masih tetap setia menantang Laut Jawa yang rasanya seperti vetsin.

Minggu, 13 Januari 2013

Touring AGK: Bojonegoro



riding to the west!!

Malam 21 Oktober 2012, pasukan anak asik AGK sudah menginjakkan kaki kembali di Bhumi Arema, Bhumi para pemberani. Awalnya kami dijamu habis-habisan di rumah Syekh Yusa, sang empunya rumah benar-benar welcome dengan kami. Setelah mempertimbangkan banyak hal, rombongan memutuskan untuk bermalam di rumah Tam, dan sang syekh tetap tinggal di rumah, tidak ikut melanjutkan perjalanan esok hari ke Bojonegoro karena berhalangan. Sebelum kami meniggalkan gerbang istana sang syekh, Sang Syekh Besar, alias Ebesnya Yusa berkenan memberikan kami wejangan tentang kehidupan dan pentingya menjaga persahabatan. Setelah resmi ditutup dan bersalaman dengan Sang Syekh Besar maka kami semua pun resmi didaulat menjadi sarjana, kecuali Tam dan Billy yang telah naik tingkat menjadi Master.

Touring AGK: Bromo




Malam 20 Oktober 2012, rombongan darma wisata sudah mengandang di rumah Angga, makan2 sambil lihat Chelsea-Tottenham. Saya cabut duluan, pengen tidur di rumah sendiri, beberapa anggota masih ada yang kuat lanjut nongkrong di Wedhang Cor khas Jember.


sumber: hifatlobrain.net

Pagi 21 Oktober 2012, kami sudah berkemas-kemas untuk siap siap melahap rute berikutnya, Jember-Lumajang-Probolinggo, menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, lebih tepatnya lagi Gunung Bromo.

Sabtu, 12 Januari 2013

Touring AGK: Tanjung Papuma



Ketika merantau dan jadi berkesempatan jalan-jalan ke pantai orang, saya baru tersadar bahwa pantai-pantai di Jember yang sering saya kunjungi itu jauh lebih eksotis. Gak bisa ngejelasin detailnya, notabene saya bukan ahli perpantaian, pokoknya lebih enak dilihat dan lebih asik buat mainan.

Minggu, 09 Desember 2012

Touring AGK: Baluran



Perayaan kelulusan kami resmi digeber. Pagi 18 Oktober 2012, Kloter Matarmaja yang digawangi Pinto, Mekel, Ajay, Billy, Galuh, Okta, Vio, dan Essa telah sampai di Malang, siap bergabung dan melanjutkan perjalanan ke Jember dengan Arek-Arek Malang: Yusa, Tam, dan Koh juga Duet Iwun dan Jipong yang naik motor dari Klaten dan Solo, serta Irwan yang sebatang kara motoran dari Bojonegoro. Malam harinya tamu-tamu brutal saya ini sudah parkir di depan rumah sambil pasang muka muka senyum, seperti menyiratkan rasa lapar. Berikutnya menyusul Ferry dan Aji (Ndes) yang naik Logawa dari Jogja, dengan dijemput Angga mereka sampai rumah dengan selamat. Setelah keluar sebentar untuk sekedar mencari angin malam di depan Kampus UNEJ, akhirnya kami istirahat tidur untuk bersiap-siap menghadapi trip pertama esok.


Berserakan di atas ranjang, kasur gelaran, amben, sofa, karpet, apa saja
 yang layak dipergunakan tidur di rumah.

Jumat, 26 Oktober 2012

Touring AGK: Sekilas Pandang



Sedikit-sedikit sekarang menyebut AGK, jadi apa itu AGK? Anggaran Garis Keras yang disingkat secara datar datar saja menjadi AGK adalah kumpulan mahasiswa spesialisasi Kebendaharaan Negara alias Anggaran yang bervisi membawa Kebendaharaan Negara menjadi spesialisasi yang terhormat. Kuantitas bukan alasan untuk tidak berprestasi, AGK siap mengawal mahasiswa-mahasiswa anggaran yang akan bersaing dalam kompetisi apapun, minus dance mungkin, yang membawa nama spesialisasi. AGK terbentuk dari anak-anak anggaran yang sering nongkrong di Plasma, Warkop Ponjay, dan Sevel Veteran ala zaman baheula dulu. Treasury Futsal Cup adalah ajang pertama unjuk gigi AGK. AGK dan seluruh mahasiswa anggaran sukses menjadi suporter super berisik yang membuat lawan terintimidasi sehingga akhirnya Tim RKA-KL milik anggaran sukses merebut supremasi paling bergengsi futsal antar spesialisasi di kampus.

Catatan Akhir Kuliah: 10 Oktober 2012


"Setelah ini kalian harus mengikuti judicium, karena jika tidak ikut maka kalian dinyatakan tidak lulus, wisuda hanya pesta saja" seru Ibu Kabid Akademis Pendidikan Akuntan sekembalinya kami dari Capacity Building, seakan kami ini berpotensi tidak mengerti hal yang sebegitu maha pentingnya. Saya ikutan wisuda dengan motif dorongan orang tua. Terlihat dari Aba dan Uma saya yang lebih excited pada hari rabu itu ketimbang saya.


Ebes-Ayas-Emes


Amati Aminah, satu dari Ibu-Ibu Kedua Penulis


bersama Ogo dan Man, dulunya calon penghuni Kos Soir yang legendaris


bersama Hans, teman duduk pertama dan terakhir di kampus, diapit Erik, Ceprin, dan Jali


gagal full team


 satu-satunya hasil jepretan kamera hape penulis

Terima Kasih Aba dan Uma
Terima Kasih Amana
Terima Kasih Kolonel (Laut) M.Richard Sekeluarga
Terima Kasih Teman-Teman
Terima Kasih Panitia Wisuda

Kamis, 25 Oktober 2012

Catatan Akhir Kuliah: 6-7 Oktober 2012

6 Oktober 2012 - Pagi

Malam indah telah paripurna. Saya terbangun esok paginya sambil mengingat-ingat memori indah dan, ah sudahlah, saya sudah berjanji untuk tidak menulis secara galau lagi. Pagi hingga sore saya mengerjakan hal hal yang berbau anak kos hingga sahabat saya sejak abu putih, Man datang ke kosan menanyakan di mana sahabat saya yang satunya lagi, Oong. Usut punya usut ternyata mereka akan jalan ke pantai bersama anak PBB lainnya. Pantai Pualu Untung Jawa, di Tangerang katanya. Sebenarnya saya ingin sekali ikut, obsesi saya adalah mengoleksi pengalaman tiduran di pasir pantai sebanyak mungkin, lagipula saya lumayan kenal beberapa anak PBB. Namun, karena mereka gak mengajak, ya sudahlah, lebih baik saya lanjut guling-guling di kosan saja.

Hape berbunyi, sms dari Oong masuk, isinya ajakan gabung karena mereka sebenarnya tahu sengebet apa saya bermain di pantai. Bergabung dengan rombongan PBB dan sahabat dalam angkot carteran, saya kenalan lagi dengan beberapa anggota. Beberapa menit kami langsung akrab, bernyanyi, bergitar playlist maut berisi lagu seperti Mawarku-nya Funkop, Lihat, Dengar, Rasakan-nya SO7, Hati yang Terluka-nya Betharia Sonata, Arumbia-Arumbia, dan tentu saja Satu atau Dua versi Anak PBB yang terus terngiang di telinga.

Sampai di Tanjung Pasir, Tangerang, kami menyeberang ke Pulau Untung Jawa via kapal motor pada malam harinya. Satu jam kemudian kami telah menepi di dermaga pulau, dan saat itu juga tersadar bahwa Untung Jawa merupakan salah satu bagian dari gugusan kepulauan seribu. Bayangan kami akan pulau eksotis yang belum termodernkan ternyata salah, sudah pro ternyata, istilah kami.

Kere dan gembira, itulah falsafah kami dalam bertualang, tidak perlu sewa kamar, tiduran di pasir pun pasti nyaman. Namun karena akhirnya menemukan semacam gazebo yang lebih layak, akhirnya kami memutuskan ngepos di sana. bermain kartu, bercanda lepas sambil main 'kyai-kyaian' sejenak sebelum akhirnya pulas dibelai angin lautan.

Nyatanya ini liburan mahal, bangun pagi dan menyadari salah satu dari gitar yang kami bawa raib, menambah daftar kerugian setelah galon air pecah dan hape Fero hilang. Sudahlah, "ayo liburan!" pekik kami. Mengitari pulau, menyusuri pantai, berenang di lautan, dangdut koplo dalam air, membentuk formasi piramida manusia,  dan kembali main'kyai-kyaian'. Belum puas bersenang-senang di laut saja, lanjut main lempar-lemparanan kerikil anarkis sambil menunggu jemputan Lek Darat dan Lek Laut.

Syahdan jemputan datang, kami kembali bergumul dalam angkot berhimpitan lagi, kembali bergitaran liar sambil sesekali menggodai pengemudi yang berpapasan di jalan. Liburan kere, singkat, dan penuh gelak tawa tanpa henti sepanjang jalan. Terima kasih PBB dan Sahabat!


"Spesialisasiku yang terbaik, tetapi jika dipaksa harus pindah dengan pertimbangan tongkrongan, saya pilih PBB saja"


7 Oktober 2012 - Malam

Sampai di kosan saya istirahat sebentar sebelum malamnya rapat terakhir persiapan hajatan terbesar Anggaran Garis Keras: Touring Jawa Timur. Kosan selepas maghrib menyeruakkan hawa yang berbeda. Bocah-bocah penghuni kosan yang biasanya berseliweran dengan oblong dan memancarkan bau kecut sekarang sibuk berhias kemeja dan blazer beraroma wangi. Jadilah saya menyempatkan diri sejenak nimbrung anak2 akuntansi yang rencananya menghadiri pesta perpisahan spesialisasi mereka. Saya ikutan sibuk jadi konsultan fashion asal-asalan, membenarkan kerah Aga, menyuruh Brori berganti celana denim dan bersepatu, meyakinkan Ilham bahwa setelannya sudah layak dianggap bukan pakaian sopir taksi. Saya akhirnya ikutan berangakat bersama ke kampus, saya belok ke Plaza Mahasiswa, mereka ambil jalan terus ke Gedung G.

Plasma terlihat sangat sepi untuk ukuran jam saat itu. Tam dan Irwan sudah stand by, saya nimbrung, berikutnya satu, dua, tiga, empat, dan seterusnya pasukan baret merah ikut bergabung hingga hiruk pikuk, Plasma kembali hidup. Setelah alur serius-bercanda-serius-bercanda-bercanda-bercanda-bercanda dst. hingga buyar, sekitar dua puluh kepala pasukan khusus tali merah telah menyatakan bergabung dalam misi. Tiket telah dikoordinasikan, pleton pun buyar.

Akhirnya yang tersisa tinggal Saya, Tam, Irwan, dan Ajay. Gak ada kerjaan, kami pun iseng-iseng berniat masuk Gedung G, melongok Closing Entries. Awalnya saya gak yakin bisa masuk, pintu utama dijaga, pintu samping terbuka tapi sepertinya panitia sudah siap sedia. Ajay masuk, panitia mencegat, panitia maju begitu saja, meninggalkan kami, kami lolos masuk tanpa perlawanan berarti. Sepertinya memang tak mungkin menghafal muka anak akuntansi satu per satu.

Kami mengambil tempat di tribun atas, menonton guest star, Adera atau apalah namanya saya gak begitu ngeh. Gak minat lihat sang bintang tamu, saya melihat bagaimana tingkah pola anak akun dan acara mereka ini. Mereka berdandan sedikit lebih wah dibanding anak anggaran, panggung lebih nginclong, dan tentu saja jumlah yang jauh lebih unggul dari kami. Namun ada yang janggal, mereka banyak tetapi tidak berbaur, mereka terkotak kotak tiap kelasnya, tidak ada gerakan barisan satu angkatan seperti yang kami praktikkan.

"Inilah perbedaan spes kaya dengan spes kompak" quote dari RZI, si tua yang penggambarannya seperti Orang Tua di cap minuman anggur kolesom.
Bosan, kami pun pulang. Turun dan cari sedikit minuman di lantai bawah, akhirnya saya berhasil bertemu Aga dan Cahyo, korban yang menerima eksperimen sentuhan tata busana ngasal di kosan. Kami berfoto karena saat saat perpisahan seperti ini selalu layak untuk diabadikan setiap jengkal waktunya.


Saya dan Tam diapit orang-orang yang dekat dengan kekuasaan

"Alhamdulillah saya masuk Kebendaharaan Negara Ya Allah, seperti doa saya dalam sujud ketika masih SMA kelas tiga"


Terakhir


Saya janji ini tulisan galau saya yang terakhir



mereka bilang edelweiss bunga keabadian, menurut saya lebih seperti brokoli

Catatan Akhir Kuliah: 5 Oktober 2012

Pagi
Ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu tiga tahun yang terdahulu. Semua orang berpakaian seragam hitam putih, berdasi bagi yang bertitit. Berangkat dengan satu tujuan: pulang dengan gelar kecil-kecilan telah disandang. Hari ini untuk pertama kalinya juga saya berangkat ke kampus dengan naik ojek, saking tidak inginnya semua angan-angan indah buyar begitu saja. Ini lah Judicium, kamerad, ajang peresmian kelulusan.

Acara dimulai. Setelah mencoba terhibur dengan akustik Si Balada Anggaran09, yel-yel setengah hati, aksi stem gitar Sahabat Noah, dan tetek bengek akademis akhirnya nama saya dipanggil juga dan resmi dinyatakan lulus: Husein Fagih, A.Md !


"Muhammad Husein, Muhammad Husein, Muuuuhammaaaad Husein!!" yel-yel Anggaran Garis Keras berkumandang ketika saya maju ke depan.

Atas: Jipong, Mat, Anggun, Iwun, Makassar, Feri Oi, Ajay, Penulis, Billy
bawah: Masteng, semuanya pake A.Md.


bertanya-tanya apa yang bisa membuat orang-orang ini bisa sekali saja berpose formal


masih bertanya-tanya


saya bilang lupakan kelas, tapi saya ingkar


Malam

Lulus sudah, sekarang let's start the party. Ini seumur hidup sekali, jadi benar-benar tidak ada alasan untuk absen bertemu dengan kawan-kawan seluruh angkatan yang kesempatannya bakal menjadi sangat langka. Undangan sudah diterima, disebutkan bahwa dresscodenya adalah semiformal colorfull. Karena bingung seperti apa itu semiformal colorfull, jadi saya putuskan untuk pakai formal sekalian.


edisi kegagalan handsome bravo: lebih sering dikelilingi sesama daripada lawan

Layaknya pesta kelulusan, promnight atau sejenisnya sebenarnya saya ingin membawa gandengan, tapi karena satu dan lain hal dan demi kemaslahatan umat saya putuskan berangkat dengan sesama fakir asmara sahaja agar bisa gila-gilaan sepanjang malam. (ALIBI)

Farewell Party 2009 didominasi pentas musik. Sesi dansa dimulai, I Don't Wanna Miss A Thing-nya Aerosmith mengalun. Mereka yang berpasangan mulai bergerak syahdu di atas lantai, sementara kami yang fakir asmara hanya bisa saling lirik dan bergerak menyedihkan. Sebenarnya saya ingin amat sangat sekali mengajak seseorang berdansa tapi terlalu banyak alasan yang tepat untuk mengurungkannya. Dia sedang dikerumuni teman-temannya sehingga perlu nyali berlipat-lipat untuk sekedar 'nyirik-nyirik'. Mungkin saya berhasil mendekat tapi ketika mengulurkan tangan saya bakal disambut kata, "maaf bukan muhrim" atau "nggak mau" sambil menggeleng. Jadi musik yang saya dengar saat itu seperti berubah Terdiam-nya Maliq & D'essentials sepanjang malam.

Angin berubah, fakir asmara bersatu, mereka menyerang lantai dansa, bergerak liar bersamaan, absurd, benar-benar menyeramkan, mengeluarkan gerakan apa saja yang bisa mereka praktikkan. Berikutnya proyek rahasia kami, para alumni, dimulai. Berbekal flashdisk berisi lagu dangdut donlotan yang dipaksakan untuk diputar, akhirnya tembang dahsyat ABG tua mengudara. Kami langsung bergerak tanpa dikomando membentuk lingkaran mengelilingi Sang ABG Tua (nama disamarkan) menghabiskan stamina kami yang tersisa untuk joget-joget terbrutal yang pernah ada.


Sang ABG Tua: Prom King sesungguhnya

Mungkin Farewell Party kali ini tidak berjalan sesuai ekspektasi tiap orang yang berbeda-beda. Namun saya yakin warna yang berbeda akan membuat malam 5 Oktober dikenang setiap pemegang kalung merah angkatan 2009. VIVA TREASURY!


"I don't wanna close my eyes
I don't wanna fall asleep
'Cause I'd miss you, babe
And I don't wanna miss a thing
'Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I'd still miss you, babe
And I don't wanna miss a thing"



Aerosmith - I Don't Wanna Miss A Thing





Congratulation Senior!!

Rabu, 24 Oktober 2012

Catatan Akhir Kuliah: Prolog - Oktober

Ibuku mencatat tanggal keberangkatanku ke barat. Ia menulis di atas secarik kertas dengan bolpoin : 8 Oktober 2009.

Kemarin lampau, saya menengok kalender dan menuding-nuding tepat di atas angka 11: 11 Oktober 2012.

8 October 2009 - 11 October 2012 : 3 Amazing Years.

Kuliah saya dimulai di bulan Oktober, resmi lulus di bulan Oktober, Farewell Party Spesialisai di Bulan Oktober, wisuda di Bulan Oktober, banyak orang yang berarti buat saya berulang tahun di Bulan Oktober, dan tentu saja perjalanan dahsyat saya juga berlangsung dan berakhir di bulan ini.

Cinta bagaikan beterbangan di udara dan saya hirupi di Oktober. Cinta tidak harus selalu terkungkung sempit. Cinta yang membuat orang tua saya rela berpayungan panas matahari melangkah masuk anjungan tunai mandiri buat mengirim uang bulanan saya sepanjang tiga tahun terakhir. Cinta yang membuat Bapak Direktur mau menandatangani ijazah meski saya gak pernah bayar SPP. Cinta yang membuat kawan-kawan  mau saling berbagi hampir apa saja agar bisa menambah A.Md. bersama-sama di belakang nama mereka. Cinta lagi, munafik bila berujar tidak ada lagi satu cinta ini yang membuat motivasi hidup jadi mendesir-desir dalam menjalani hari. Dan tentu saja Cinta dari Allah yang membuat semua cinta yang ada dapat terjadi dengan indah.

"October, Love is in The Air"

Selasa, 02 Oktober 2012

Kosong

Pernahkah kalian mengalami suatu sore? Suatu sore dengan awan kelabu bersulaman dengan langit kelam? Lalu gilirannya hujan turun bersamaan dengan dingin merayap rayap. Ingin tertidur sejenak saja, hilang ingatan sementara. namun yang terjadi malah terjaga sepanjang sore, sore yang muram.

Sebenarnya kalian tidak sendirian. Kawan kanan, kiri, depan, belakang masih ada di dunia saat itu, hanya saja mereka tidak terdengar suaranya, tidak terlihat batang hidupnya, dan tak tercium bau keringatnya. Mereka sedang hidup di kotak-kotaknya sendiri, entahlah apa yang sebenarnya mereka lakukan. Melamun, tidur, atau sibuk dengan yang ada di seberang kabel. Coba melongok ke arah luar kaca jendela, yang ada hanya adalah air yang berderai-derai bak tirai, atau daun-daun gugur yang bermain-main dalam genangan air di halaman kusam, tak cukup menarik untuk mengusir sepi.

Kosong dan sepi, mungkin itulah beberapa unsur pembentuk senyawa sedih. Namun mengapa sedih? kalian mulai berpikir apakah gerangan penyebabnya.

Karena suasana sore yang begitu suram?

Karena ingin jogging tapi hujan pasti bikin berinding?

Karena ingin bertualang tapi nggak punya uang?

Karena temanmu bisa ke Semeru sementara kalian bergumul dengan selimut?

Karena ingin nongkrong tapi jadwal teman-temanmu gak pernah kosong?

Karena belum berani bicara, bicara segalanya, bicara segalnya kepada dia, bicara segalnya kepada dia yang ketika namanya disebut sejenak perutmu seperti kram, dadamu sesak padahal sedang tidak asma, dan jantungmu bertaluan dengan hebatnya?

Atau karena hanya kurang bersyukur kepada Yang Mahakuasa?


"There are as many nights as days, and the one is just as long as the other in the year's course. 
Even a happy life cannot be without a measure of darkness, and the word 'happy' would lose its meaning if it were not balanced by sadness."
Carl Jung


Selasa, 17 April 2012

Ferry's Precious






Sahabat saya, Ferry Irwandi, sedang memegang salah satu barang paling berharga di dunia ini.

Testimonial, Our Campus Culture

Setiap kehidupan kampus memiliki kekhasan tersendiri dan di kampus kami memiliki budaya testimoni, semacam pesan yang ditulis di atas kertas, lalu dikumpulkan, dan nantinya diserahkan buat teman-teman kelasnya satu per satu untuk mengekspresikan apa yang dirasakan selama setahun sekelas dengan si penerima testi. Tiga tahun kuliah di sini, tiga kelas berbeda (kampus kami sistemnya seperti SMP/SMA, 6 semester, 3 tahun, 3 kelas) tiga kesan berbeda.

A. 1A Kebenaharaan Negara 2009-2010 (Sialan)


      Saya intinya cuma nulis minta maaf dan terima kasih. Kenapa? karena sudah kehabisan kata buat kelas yang sangat fantastis ini.

isi gelas plastiknya:


  1. Husein: AL MUKAROM!!
  2. Assalamualaikum W.W. Semoga Semakin Akrab Sukses ya
  3. Rajin beribadah pastinya Al MUkarom gitu.. Lanjutkan!!!
  4. Aremania rajin pendiam juga kalo lg belajar
  5. Sok2an, banyak gaya
  6. pertama ngeliat kirain keturunan arab, gila bola, pecinta Arema
  7. Boateng versi Arab :p
  8. Lucu ini orang, gampang diajak bercanda
  9. Al Mukarim/rom, mbuh kah, tp mbanyol areke, wkwkwk
  10. Lek nek kelas meneng, tapi lek nek njobo rodok nakal,heh weki Al Mukarom, kasih contoh!!
  11. T'masuk anak gaul mungkin, haha lucu, baik, senyumnya manis, ga nyangka mau b'teman ma qta2, hehe kirain sombong, semangat belajarnya!
  12. Uchin!! Uchin good boy.. orangnya baik pendngr yang baik kalo gw curhat lo mau dengerin trus juga pinter bener2 the best lah pokoknya jangan lupain gw ya chin.. majikanmu ini jadilah kayak hachiko hahaha ntar gw kangen klo pisah T_T hahahaha
  13. Sen kita harus ke Arab oke.. Beli Arabian oil.. hahaha
  14. baik, asik, ambisius
  15. BOLO DEWE penak thok sein lek karo awakmu, mugo2 sakkelas maneh nonton Arema BARENG2 -S1J-
  16. sepertinya muka arab sesuai dengan sikapnya yang berbau sangat islamii.. Husein baik koq :)
  17. habib.. ahlan wa sahlan Arema bgt(pdhl dr Jember, oke sih lahir di malang kamu ga' dukung persatuan sepakbola ina Jember (PERSIJEMM)?? haha teman yang baik, mksh ndes :) -SASAJI-
  18. kek teroris HAHA tapi dewa nih ujian mesti kluare cepet.. BaHaHaHaH
  19. first impresion: Arab?? duduk ma cina (hans)??? last impresion: baeek banget! suka menolong diriq dan yg lainx. selalu murah senyum like this sein! tpi semakin hari semakin geje like this again!
  20. Abang Husein meski janggutmu serem tapi tetap baik hati sasaji
  21. baik, ramah, pinter ^__^
  22. pinter, tiap ujian pasti pertama keluar ruangan ckck :) Raja Minyak haha Saudagar Arab :P baik orangnya XD thx ya bwt setahun ini :D
  23. Baik, muka Arab, tidak sombomg, pintar, tertutup, sederhana. forgive me dont forget A_A
  24. Al Mukarom orangnya baik, pinter, tapi sering telat kuliah, penyabar
  25. Hwa.. kita selalu pulang bareng kalo ujian tapi kamu selalu buat saya minder. Kalo di deket kamu auranya positif sen.. jadi aku suka bisa kenal kamu. ayo kita sekelas lagi aja! haahaha HIDUP AREMA
  26. ini anak tampang alim tapi mulut tukang becak,,, huhu haha Genduut kamu harus diet sin biar bisa ideal dan memesona seperti aku -_- salam 1 jiwa -_-
  27. Salam Satu Jiwa Arema Indonesia
  28. Lanjutkan perjuangan Al mukarom
  29. Baik, pindeim tapi ujiannya keluar duluan
  30. Asik... wajar tanpa pengecualian
  31. Gokil, ternyata kamu itu narsis juga haha Arabian banget!! hidup bang!! :)
  32. baik dan enak diajak ngobrol kadang2 bisa jadi lucu juga
hahaha yang lama kenal dengan saya pasti ketawa karena sebagian testi yang tidak terlalu sesuai dengan saya, tapi yang jelas saat nulis beberapa testi di atas jadinya agak mellow juga, tidak ada yang salah, saya berubah, kalian berubah, menjadi seperti apa yang kita inginkan, tapi saya percaya bahwa kita masih tetap jadi teman dan saya senang memiliki kalian semua :)


B. 2E Kebendaharaan Negara 2010-2011 (Tweet)


     Ngisi testi di kelas ini udah mulai ceplas ceplos, udah 2 tahun kuliah di sini dan udah bisa nyesuaikan diri. Testi di sini konsepnya agak berbeda, jadi ada di sisi depan kertas di tulis satu kata yang pertama terlintas saat ngebayangin kita dan belakangnya adalah deskripsi panjangnya kalo ada yang mau nambahin


  1. Sungkan - setiap orang punya kecenderungan tapi preferensinya tetap pada kebaikan. Selamat merealisasikan ilmu dalam amal. Semoga menjadi jalan dikaruniakan amal
  2. sok2an - arab gadungan hehe, ayo tentiran lagi ke kos Siti. Al Mukarom 1A hehe
  3. Aremania 
  4. Arab - uchin besok bagi2 pasmina ya! (lho?)
  5. Arab Malang (Jember)
  6. arab
  7. arema
  8. Habib Husein Arab Asli
  9. arab - baik, wagu, tapi baik
  10. arab - kayak indoarab gitu, tapi husein baik kok meski gak terlalu kenal
  11. warkop - warung kopi hari hari hari ho warung kopi # kapan2 kopi darat di malang
  12. friendly
  13. arab - sok2an malang padahal jember, eh kok anak jember gede2 ya kayak dimas+husen?
  14. naturalisasi - arab banget bos, teman yang baik :)
  15. arab - keturunan/asli arab
  16. aremania - jangan sampai arema bangkrut!
  17. arab - satu2nya arab di anggaran, Baik, arema gak musuhan sama persib kan? haha
  18. arabian
  19. Arab Gila - husin si arab gila kadang2 sikapnya kayak anak kecil sukanya ngomong jancoooooook...
  20. uarab - arab gila, kanca seperjuangan saka tingkat 1! mlebu bareng metu bareng! amin!
  21. jadi terkenal lu sein? hihihi ARAB GILA!! berkat gw tuh :p makasih ya sein lu udah bantuin gw terus, sori ngrepotin dan sukses boy
  22. arab
  23. arab gila
  24. arab, kah? - pinter ngatur waktu alias deadliner sejati :p rasa peduli sama temannya hebat banget. family- oriented nih kayanya :p
  25. arab!
  26. aremania
  27. arab - aremania
  28. Baik - solidaritasmu tinggi coy, isigoing haha, jangan lupakan bahasa arab haha, sukses bro
  29. why so serious?? LOL
  30. Arema - hidup arema sin, ayo terus maju hi3
  31. Jember? - kon iku jember/ngalam? koyone aremania sejati hahaha kadang tingkahmu gokil ato aneh ya... :p 
komen2nya singkat2 dan rasial sekali -.-, sesingkat kenangan bersama kelas ini #ceileh, tapi tweet ini jagoan banget lah futsalnya, gak beruntung aja pas fusion dan dapet juga orang2 gila se-anggaran di kelas ini hahaha



C, 3E Kebendaharaan Negara 2011-2012 (Tea Family)



      langsung aja tengok isi amplopnya

  1. IWAK PEYEK (TRIO MACAN)
  2. Asik bang, makrab kemaren benar2 joss, manusia ikan
  3. Pinter, baik, sporty, tanggung jawab juga!
  4. semangat, hyperaktif, pinter, anak pantai! to the beach!! hahaha
  5. [ada gambar onta sama piramid ] *orang pertama seumur hidup yg nyiram aku pas ultah Kocak, apikan, gahar, keriting, arab
  6. temen gw paling asik di sini. seru, kocak. kalo sama lu bawaan gw ngakak
  7. rame orangnya..
  8. husein itu gak tau kenapa kok di tk. 3 ini jadi heboh ya? haha tp gpp cin seru kok malah. lanjutkan!! kelompok 5??!! rusuh... rusuh... -__-
  9. sangar, maniak, sejati
  10. AREMA-NIAC wonge oyi futsalnya juga
  11. Semangat
  12. WTP, onta, kurma, pasir >> lu ramah men, pertahankan
  13. arek jember yang fanatik sama Arema jadi anak kecil jika lihat laut
  14. ramah, tampan, tidak sombong, rajin jogging, futsal mania, suporter loyal, garis keras!!!, semangat chiin ...:3
  15. keren nih penampilan oke, rame, pas main drama betawi husein ini mirip artis, siapa yo aku lali jenenge
  16. ini wajah arab pasti keturunan orang amerika ya?
  17. baik, kocak, pinter, goekilz
  18. aremania, juventini, arab
  19. ucin u're my best fren tingkat 1 kamu selalu dukung, care sama ngerti aku bangetlah.. kmu harus lebih konsisten antara Jember sama Malang! tentukan pilihanmu :D
  20. keep cool, boi!
  21. asik bgt si pakistan yaman!! haha, setia kawan, kocak, di makrab suka bwt down smgt kelompok lain haha
  22. ane cuma bisa bilang semoga ente juara moto gp #halah
  23. ucin baik, seneng bisa sekelas tingkat 3 ini. sukses terus ya
  24. orang jember pecinta arema. keep fighting bro!! tapi tambah ireng ae gara2 kakean renang nang pantai. wes asyik seru, JUARA lah!!!
  25. cin, kalau lari bokongnya jangan ketinggalan ya! kayak aku hahaha...
  26. heboh, nyantai, rame, doyan futsal
  27. arab banget, aremania sejati. temen yg asik peduli ama temen baik lah kocak juga
  28. keliatan galak tapi ternyata hatinya baik banget hehehe, pinter, bertanggung jawab dan enak diajak kerja sama
  29. suporter garis keras, rame banget. bikin ngakak, asyik banget lah lu. semoga dapet orang arab buat calon bini ye? jadilah apa yang kau mau! semoga sukses
  30. rocker dari arab, baik, heboh soal bola, pengetahuannya luas, suka nyanyi2 pake bahasa itali dan saya gak ngerti -.- itu lagu apa, tanggung jawab, solid diajak kerja kelompok
  31. loyalitas untuk klub bola kesayangannya sudah tidak perlu diragukan lagi
  32. asik, gaul,  supel
  33. gaul-gaul pinter juga
  34. sejauh yang gue tau, orangnya tuh baik, lucu, olahragawan (tapi kok buncit ya...) dan heboh bgt kalo udah ngumpul 
kayanya testi dari tea family ini yang paling mendekati kenyataan (tentu saja di luar olahragawan dan jago futsal) atau malah mereka sedang berkonspirasi menulis yang baik2 aja buat saya hahaha. Kelas yang asik, sangat heterogen, ada begundalnya, makrabnya menyenangkan dan sepertinya akan memberikan kenangan penutup yang manis buat kuliah di Kampus Ali Wardhana.


terima kasih STAN atas kulturnya dan teman-teman sekelas dan seperjuangan atas pemberiannya yang tak ternilai.

Senin, 19 Maret 2012

Bali Bukan Wacana!

Akhirnya!!!!
hanya kata itu (beserta seutas deep Alhamdulillah) yang  ingin diteriakkan mulut ketika KM Trisila Bhakti II yang kami tumpangi tertambat di pelabuhan Gilimanuk. Sebenarnya saya cukup sering ke pulau yang sepertinya lebih dikenal dunia ketimbang Indonesia itu sendiri karena kakak saya tercinta satu-satunya memang tinggal di sini. Namun perjalanan kali ini lebih istimewa karena bersama kawan-kawan terbaik saya, karib sehari-hari dalam perantauan mencari jalan hidup di Jakarta.

sebenarnya saya bingung mau ngasih catetan apa dari perjalanan saya. Cerita tentang dengan sudut pandang orang pertama pelaku utama mungkin terlalu personal, tips-tips perjalanan ke Pulau Dewata sudah berjubelan, dan destinasi favorit pasti juga ada seabrek. Akhirnya yang saya tulis ini mungkin gabungan hal-hal tersebut.

Pejalanan kami beranggotakan lima orang: Saya, Tam, Faisal, Billy, dan Mengku. Kami tinggal di kota yang berbeda-beda, Saya di Jember, Tam dan Faisal di Malang, Mengku di Jakarta dan Billy di Jakarta Bekasi. Kami berencana berangkat dari Jember. Billy dan Mengku melakukan perjalanan lintas Pulau Jawa dengan sangat murah, bayangkan mereka menempuh rel legendaris yang konon sepanjang 1.000 km itu dengan kereta api ekonomi dengan ongkos perjalanan sekitar 75 ribu rupiah dengan menumpang Progo (st. Jakarta Pasar Senen - Jogja Lempuyangan) lanjut Sri Tanjung (Lempuyangan-Banyuwangi Baru) untuk turun di Stasiun Jember. Sementara dua kawan Malang menuju Jember via KA Tawangalun (Malang-Banyuwangi) seharga 20  ribuan.


tangguh


Esok pagi harinya kami menuju Bali dari Jember dengan menumpang KA Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) harganya 14.500 rupiah, cukup mahal untuk kereta dengan jarak dekat dan dengan jarak tempuh yang lama (Jember-Banyuwangi dalam 4 jam!, FYI jika jurusan Banyuwangi-Jember lebih cepat, 3 jam, karena jarang terjadi crash jadwal dengan kereta lain). Sampai Stasiun Banyuwangi Baru alias Ketapang kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki ke Pelabuhan Ketapang, gak sampe sepuluh menit jadi gak perlu naik becak atau sejenisnya.

Fery nyebrang ke Gilimanuk tiketnya enam ribuan dan mereka siap sedia selama 24 jam. Jarak tempuhnya sekitar 1 jam, sudah termasuk ngetem nunggu penumpang.

Here We Go


Perjalanan kami dilanjutkan via bus ke Negara (rumah kakak saya) , transit sebentar, lanjut lagi ke Denpasar masih dengan bus. Kami sampai Denpasar malam hari dan dijemput kawan kami, local hero Denpasar, Gede Oka Baskara alias Jono dengan nama populer John.
John The Cowboy


Liburan ini kami berutang banyak dengan Jono dan keluarganya yang mau menampung gelandangan seperti kami selama 3 hari lebih di rumah mereka dan mengantar kami jalan-jalan seharian penuh tiap harinya. Terima Kasih banyak!

Destinasi kami:

1. Pantai Sanur

Sanur at Noon

Kami sampai saat menjelang tengah hari, jadi kurang tepat buat berenang atau sekedar main air, untuk mahasiswa berbudget rendah seperti saya cukup lah nongkrong sambil minum minum di Circle K. Sanur di siang hari dipenuhi ekspatriat setengah baya yang berjemur, berenang, bahkan bersepeda di jalan-jalan kecil di tepian pantai yang di sampingnya banyak restoran-hotel dengan view menghadap pantai.


Beach Sidewalk


2. Kuta
Yang ini tak perlu banyak saya jelaskan lah, semua sudah tau keajaiban Kuta Rock City ini, di daerah sekitarnya banyak Cafe, Club, Hotel, Restoran, Toko atau apa saja lah itu, Pokoknya Shoping, Clubing, Party, dan you know what i mean lah. Bule dan wisatawan lokal berpadu riuh siang dan malam.
Lets start da party!


Pantainya juga sangat indah dengan Sunset-nya yang terkenal yang sayangnya kami lewatkan 2 hari beruntun. Sialan!
Damn


"Beautiful Energizing Kuta"

3. Pantai Padang Padang

ideal utopia


Inilah destinasi favorit kami. Saat yang lain lurus ke Uluwatu, kami belok kanan ke arah Jalan Pantai Padang Padang. Setelah turun lewat jalan yang dibuat di tebing-tebing yang kanan kirinya penuh tempat makan, toko surfing, dan kios suvenir Voila! sampailah kita ke pantai menakjubkan dengan ombak yang lumayan ganas, Sayangnya pas kita sampai ombaknya lagi menjadi-jadi sehingga kami seperti terperangkan ditengah tebing-tebing di mulut pantai. Namun lumayanlah dengan pasir bersih dan air bening kami masih sempat berendaman, main air, dan tentunya menghasilkan foto kontoversial ini hahahahaha
International Youth Friendship

Sepertinya cuma kami dan para pedagang di sini yang pribumi yang lainnya bule dan semuanya nawaitunya memang surfing dan berenang.


4. Mereka menyebutnya Centro

Bring Me The Shore

Dekat dengan Kuta. Karena kehabisan ide untuk menghabiskan malam, kami memutuskan nongkrong di Centro. semacam Mall dengan bagian belakangnya menghadap pantai. Sebenarnya terdapat banyak tempat makan mewah dan cozy di sini, tetapi lagi-lagi karena sebagian dari kami berbudget minim maka kami cuma nongkrong bermain angin malam di sini hehe.
discovered


5. Surfing Clothing Shop (FO) diskonan sekitaran Bypass

Di sini jualannya berbagai macam Furfing Clothing dengan harga lumayan murah dengan model yang lumayan up to date untuk ukuran diskon. Akhirnya dapet yang ori juga hehe.
i cant surf but i can shop


Tips tips dari saya buat yang pengen ngegembel di Bali:
1. Buat yang muslim di Bali sudah banyak tempat makan yang menyajikan menu halal, tapi soal harga saya gak tahu, soalnya kalau terpaksa gak makan di rumah Jono (gak modal) kami makannya di restoran cepat saji #halah  .
2. Trasportasi dalam kota seperti angkot di Bali sangat Sulit, Bahkan untuk kota besar seperti Denpasar, jadi opsinya adalah nebeng seperti saya, naik taksi, atau sewa mobil/motor.

3. Bus Antar kota Di Bali beroperasi antara selepas dini hari sampai menjelang Maghrib, setelah itu sangat sangat minim, Kami bahkan hampir menunggu sangat lama untuk dapat angkutan Negara-Denpasar padahal masih jam delapan malam. itu pun seharga 30 ribu untuk kendaraan berfasilitas amat minim.

4. Kalau gak hobi clubing, party, hedon dan sebagainya sebaiknya kalian jalan-jalannya mulai pagi saja, soalnya malam kebanyakan tempat nongkrongnya ya buat yang doyan begituan.

5. Intinya Bali sebenarnya lumayan sulit ditaklukkan buat yang first time ngegembel tanpa dukungan kawan/saudara kalian yang memang penduduk sana atau tanpa bekal informasi yang memadai.




see you again, beautiful


"Ini suatu pencapaian yang monumental dan membuktikan kita bukan pewacana!" Saya. 

Blogger news

Photobucket